Berita Terbaru Hari Ini Untuk Kita
keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Pelepasan 500 Ekor Penyu Hijau Di Pantai Serang
berita utama, News

Pelepasan 500 Ekor Penyu Hijau Di Pantai Serang

Ulyssesbooks.com – Para masyarakat berkumpul di Pantai Serang, Blitar untuk melepaskan tukik (anak Penyu) yang berjumlah 500 ekor. Anak penyu yang dilepas yakni jenis penyu hijau (Chelonia Mydas) yang merupakan hasil dari konservasi kelompok nelayan yang tergabung dalam kelompok masyarakat Bina Samudra.

Bina Samudra merupakan persatuan petani yang peduli dengan kelestarian hewan puba yang dilindungi seperti penyu hijau tersebut. “Kami rutin melepaskan tukik setiap tiga bulan. Ini merupakan hasil konservasi kelompok nelayan di sini supaya tidak punah,” kata Lurah Serang Dwi Handoko Pawiro, Sabtu (23/9/2017).

Pantai Serang merupakan salah satu pantai yang dijadikan tempat untuk lokasi pendaratan penyu yang menepi karena hendak bertelur. Antara lain ada tiga jenis penyu yang sudah sangat sering ditemukan mendarat dan bertelur di Pantai Serang, Blitar. Antara lain penyu hijau (Chelonia Mydas), penyu lekang ( Lepidochelys Olivacea) dan penyu sisik (Eretmochelys Imbricata).

“Tukik yang dilepas ini, tukik yang masa penangkarannya sekitar 40 sampai 50 hari,” tambahnya.

Beruntungnya tahun ini banyak telur penyu yang berhasil diselamatkan tidak seperti tahun lalu. Hal tersebut tidak lepas dari peduli para warga sekitar pantai yang mau melestarikan hewan purba tersebut.

“Paling banyak didapat itu telur dari penyu hijau. Kami bisa dapat sampai 140 selama tiga bulan ini,” ungkap Handoko.

Handoko mengaku untuk melepasliarkan tukik, pihaknya mematok harga donasi kepada pengunjung yang ingin berkontribusi dalam penyelamatan penyu tersebut. Donasi ini diperuntukkan untuk kelanjutan konservasi binatang laut yang hampir punah tersebut.

“Ada donasi sebesar Rp 50 ribu bagi pengunjung yang berminat melepas Tukik. Memang sempat menjadi bahan perbincangan. Donasi itu semua untuk kegiatan konservasi ya. Dari telur misalnya, pokmas itu selain menemukan sendiri, juga mengganti telur yang ditemukan warga lain. Satu telur dihargai Rp 2.000,” tuturnya.

Selain itu, uang hasil donasi juga untuk menambah dan memperbaiki fasilitas penangkaran.
Pelepasan tukik penyu selalu dilakukan pada sore hari. Tampak banyak sekali pengunjung yang berminat melepasliarkan tukik-tukik tersebut. Tak hanya orang tua, anak-anak juga banyak yang ikut serta.

Salah satunya Sherly (5) warga Kota Blitar. Semula bocah itu ingin membawanya pulang. Namun petugas memberinya pengertian tentang habibat tukik di lautan.

“Tidak takut aku pegangnya, lucu. Tapi harus dilepas di pasir sini biar kumpul sama teman-temannya ,” katanya dengan ceria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *