Berita Terbaru Hari Ini Untuk Kita
keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Produksi Miras Pekanbaru Digerebek Polisi
berita utama, News

Produksi Miras Pekanbaru Digerebek Polisi

Ulyssesbooks.com – Produksi minuman keras oplosan yang bearada di Pekanbaru berhasil diamankan polisi. Minuman keras hasil oplosan tersebut diedarkan di daerah Jambi dan juga Palembang.

Proses pembuatan minuman keras tersebut yakni dengan cara mencampurkan air mentah lalu diaduk didalam drum menggunakan kayu sebagai alat untuk mencampur bahan minuman oplosan tersebut. Tersangka yang berinisial S mengaku bahwa racikan miras oplosan tersebut didapatkan dari wilayah Jakarta.

S beserta lima tersangka lainnya berhasil diamankan Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau karena sudah terbukti memproduksi dan juga mengedarkan miras oplosan tersebut.

Pengungkapan tersebut pada tanggal 1 Agustus 2017 lalu. Pengungkapan di sebuah rumah di Jalan Kulim, Pekanbaru.

“Miras oplosan ini sangat berbahaya. Ancamanannya kebutaan, kelumpuhan sampai kematian,” ungkap Wakapolda Riau, Brigjen Pol Ermi Widiyatno di sela-sela pemusnahan barang bukti di GOR Tribuana di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Rabu (30/8/2017).

Dalam proses produksinya, S dan lima pekerjanya melakukan proses mulai dari pemasangan lebel pada botol, pengecapan masa pakai.

Kemudian meracik bahan-bahan yang dicampur air mentah. Bahan-bahan yang sudah tercampur dimasukkan kedalam drum yang diaduk menggunakan kayu.

Selanjutnya pemasangan tutup botol yang alatnya juga dimiliki sendiri.

Botol yang sudah berisi miras oplosan kemudian disusun kedalam kotak sesuai dengan merknya.

Terkait peredaran miras oplosan, Ermi menegaskan kepolisian Riau akan melakukan penindakan tegas.

“Karena itu kami juga berharap pada masyarakat untuk senantiasa waspada pada peredaran miras oplosan. Karena dampak yang dihasilkan bisa berujung kematian. Dan komitman kami dengan instasi terkait untuk terus melakukan pengungkapan,” ujar Ermi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *