Berita Terbaru Hari Ini Untuk Kita
keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Risma Pungut SampaH Bareng Para Kepala Dinas Dan Juga Mahasiswa
berita utama, News

Risma Pungut SampaH Bareng Para Kepala Dinas Dan Juga Mahasiswa

Ulyssesbooks.com – Sampah yang berserakan di sekitaran sepanjang pantai yang ada di Surabaya membuat Wali Kota Surabaya Tri Rimaharini tak sabar untuk segera membersikannya dan membuangnya ke tong sampah. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan menyaksikan Risma seusai membuka bulak Fest 2016 pada waktu lalu.

Risma dengan mengajak sebanyak 200 mahasiswa Teknik Kelautan Institut Teknologi 10 November (ITS) yang kebetulan melakukan bersih bersih tepi Pantai Cumpat yang penuh sampah. Melihat ratusan mahasiswa berjibaku dengan sampah, Risma pun bergabung ikut kerja bakti. “Ayo Mas, Mbak tak rewangi (ayo mas, mbak saya bantu),” ujar Risma sambil memungut sampah di Pantai Cumpak, Kecamatan Bulak, Minggu (3/4/2016).

Tak hanya mahasiswa saja yang melakukan pemungutan smpah yang ada di sepanjang pantai, para Kepala Dinas yang hadir pun langsung ikut bergabung kerja bakti. “Bu Erna (Kepala Dinas PU, Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati) tolong kantung plastiknya bawa sini,” perintah Risma.

Mantan Kepala Bappeko dan DKP Surabaya ini juga sempat mengungkapkan pada Camat Bulak Suprayitno bahwa banyaknya sampah di Pantai Cumpat merupakan ulah dari warga nelayan yang tidak peduli lingkungan. “Sampah ini dan yang mengotori warga sendiri,” ucap Risma. Suprayitno yang mendapat protes dari Risma pun siap menambah intensitas sosialisasi peduli lingkungan pada warga. “Siap Bu, nanti akan saya langsung sosialisaikan lebih lagi pada warga agar lebih peduli lingkungan,” ujarnya.

Suseno Bayu, ketua Himpunan Mahasiswa Kelautan ITS Surabaya, mengungkapkan kegiatan bersih-bersih pantai merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh himpunannya yang dilakukan mulai pukul 08.00 WIB, dengan target utama ialah sampah plastik yang tidak bisa terurai dan sangat mengganggu ekosistem. Selain melakukan bersih-bersih pantai mereka juga memberikan 10 bak sampah kepada warga pesisir, “Ini merupakan upaya pegabdian kita sebagai mahasiswa kelautan untuk warga pesisir pantai,” ungkap Suseno.

Persoalan limbah kerang yang belum terpecahkan hingga sekarang, juga menjadikan fokus utama kedepan ingin memecahkan problem utama yang terjadi di Bulak.

“Kita bersama teman-teman Himpunan Kelautan ITS Surabaya, akan melakukan penelitian tentang pemanfaatan limbah kerang agar bisa membantu warga pesisir,” cetus Suseno yang kini duduk di semeter 4.

Selanjutnya seno dan teman-temannya, ingin mengedukasi para nelayan tentang pengolahan hasil tangkapan ikan yang higienis serta bernilai jual tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *