Berita Terbaru Hari Ini Untuk Kita
keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Polisi Dalami Kasus Warga Yang Keracunan Bubur Ayam Di Sukabumi
berita utama, News

Polisi Dalami Kasus Warga Yang Keracunan Bubur Ayam Di Sukabumi

Ulyssesbooks.com – Di sekeliling rumah seorang penjual bubur sudah terlihat adanya garis polisi yang dipasang secara melintang. Tujuannya dipasangnya garis polisi yang dilakukakan oleh Personel Polsek Citamiang Sukabumi yakni meneruskan penyelidikan terkait dengan kasus keracunan.

Seorang penjual bubur yang bernisial OM tersebut diduga menjadi dalang dari peristiwa keracunan yang melibatkan sebanyak 21 orang yang merupakan warga Kota Sukabumi.

Terduga pelaku terlihat kikuk pada saat pertama melihat ada sekelompok wartawan yang mendatangi rumahnya itu. Dia hanya menuturkan untuk para wartawan datang langsung ke Polsek Citamiang Sukabumi yang telah memasang garis polisi dirumahnya tersebut.

“Begini kang, saya sudah berjualan bubur bukan kemarin atau hari ini saja. Saya sudah lama berjualan, lagi pula kemarin itu saya buat 3 liter untuk 100 mangkuk bubur. Sementara yang mengalami kejadian itu (keracunan) hanya beberapa saja,” tutur OM di kediamannya, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (6/11/2017).

OM lebih memilih untuk tidak banyak berkomentar terhadap para awak media yang datang. Dirinya justru kabur masuk kedalam rumah dengan mengunci pintu seperti orang yang ketakutan.

Dia hanya mengeluarkan kata “Saya ada urusan dulu sebentar, mohon maaf,” katanya.

Sejumlah warga membenarkan OM sudah berjualan bubur selama puluhan tahun. Rahman (34), warga setempat, menduga peristiwa keracunan yang dialami warga akibat ayam yang bercampur dengan bubur.

“Semua yang keracunan kemarin adalah yang mencampur ayam dalam buburnya. Ada yang bilang rasanya memang kurang enak (daging ayam). Soalnya ada yang makan bubur tapi enggak pakai ayam sehat-sehat saja, enggak keracunan,” ucap Rahman.

Ada juga warga lain yang bernama Fitriana (26), yang masih ada ikatan keluarga dengan terpaksa harus menjalani perawatan akibat telah mengkonsumsi bubur yang dijual pelaku.

“Saya suapin anak saya dan keponakan. Suami saya dan ibu juga ikut makan bubur ayam. Mereka semua keracunan setelah makan. Tapi setelah mendapat perawatan sudah diperbolehkan pulang,” tutur Fitriana.

Fitriana mengaku sudah lama langganan bubur ke OM, namun peristiwa keracunan baru kali ini terjadi. “Saya nggak mau nerka-nerka penyebabnya apa, tahunya yang kemarin makan bubur keracunan semua. Tapi memang ada warga bilang yang keracunan itu yang makannya pakai daging ayam,” ujar Fitriana.

Peristiwa keracunan tersebut diselidiki Polsek Citamiang. Pemkot Sukabumi memanggung biaya pengobatan warganya yang dirawat di rumah sakit akibat kejadian tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *