Berita Terbaru Hari Ini Untuk Kita
keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Tante Kandung Tega Aniaya Balita Usia 2,5 Tahun Hingga Tewas
berita utama, News

Tante Kandung Tega Aniaya Balita Usia 2,5 Tahun Hingga Tewas

Ulyssesbooks.com – Seorang bocah yang masih balita berusia 2,5 tahun saat ini sedang menjalani perawatan medis di RS Hasan Sadikin Bandung akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Balita yang berinisial F tersebut merupakan seorang balita yang berasal dari Panyingkiran Kota Tasikmalaya.

Sebelum menjalani perawatan, balita tersebut sebelumnya telah di aniaya oleh wanita berinisial D yang merupakan tante kandungnya sendiri. Saat ini pihak kepolisian sudah mentepakan D sebagai tersangka pelaku penganiayaan.

Korban akhirnya tewas setelah mengalami pendarahan yang cukup parah pada otaknya yang diperoleh lantaran tindakan kekerasan secara fisik yang dilakukan oleh tantenya tersebut. Jenazah F kemudian dibawa ke Kota Tasikmalaya dan dimakamkan Minggu (14/1/2018) pagi.

“Pelaku yang menganiaya balita ini kita sudah tetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Sejauh ini, diperiksa semua saksi-saksi. Tersangka cuma satu,” kata Kasat Reskrim Polresta Tasikmalaya AKP Bimo Moernanda, Minggu (14/1).

Sebelumnya telah dilakukan tindakan autopsi yang hasilnya akan diketahui seminggu kemudian. Naumn, dugaan sementara, korban meninggal lantaran pendarahan yang di alami di otaknya.

“Korban baru menetap sebulan bersama dengan tantenya setelah dititipkan ibu korban yang bekerja di Jawa,” kata Bimo.

Insiden berawal ketika tersangka merasa kesal karena korban sering menangis meminta pada saat hari sudah malam. Kematian F di tangan tantenya sendiri membuat kaget tetangga di Perumahan Jati Indah Kota Tasikmalaya. Meski kerap bersosialisasi, tersangka diketahui mengurung korban selama sebulan.

“Kalau posyandu selalu bawa anaknya, tapi saudaranya gak pernah keluar rumah. Pintunya selalu tertutup. Jadi kesannya dikurung gak dikenalkan,” kata Hera Rahmawati, tetangga tersangka.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Daerah Kota Tasikmalaya akan terus mengawal proses hukum terhadap tersangka. Apalagi, korban sudah wafat di saat usianya masih balita.

“Kami akan kawal proses hukum. Sudah jelas apalagi anak sudah meninggal maka jadi sesuatu kewajiban apalagi semalam sudah diautopsi,” ujar Ketua KPAID Kota Tasikmalaya, Eki Sirojul Munir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *