Berita Terbaru Hari Ini Untuk Kita
keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Pelaku Jajakan Pacarnya Sendiri Sebagai Pemandu Lagu Di Malang
berita utama, News

Pelaku Jajakan Pacarnya Sendiri Sebagai Pemandu Lagu Di Malang

Ulyssesbooks.com – Pihak kepolisin berhasil mengamankan seorang pria yang bernisial FR (19) yang telah diduga membawa pergi anak yang masih dibawah umur. Dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh Unit Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, pelaku telah menjajakan korban untuk dijadikan sebagai seorang pemandu lagu.

Tidak hanya itu saja, FR juga telah berpuluh kali melakukan hubungan terlarang dengan korban selama hampir seminggu pelaku membawa kabur korban dari rumahnya. Korban yang berhasil dibawa lari oleh FR masih berusia 16 tahun.

Pelaku berhasil membujuk korban dengan rayuan gombalnya dengan menjadikan korban yang masih berusia dibawah umur itu menjadi seorang pemandu lagu.

Ada dugaan, FR juga melakukan pemaksaan dan mengiming-imingi imbalan, agar korban menuruti kemauannya. “Korbannya masih berstatus pelajar. Dijadikan pemandu lagu dengan imbalan uang,” terang Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbada di Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Selasa (13/2/2018).

Perbuatan FR terungkap dari razia petugas di sebuah tempat karaoke. Korban yang berada di lokasi mengaku baru menjadi seorang pemandu lagu atas permintaan FR. Hasil interogasi juga menemukan, FR bersama teman wanitanya mengajak korban dengan imbalan Rp 200 ribu.

“Katanya diberi imbalan uang oleh pelaku sebesar Rp 200 ribu. Hasil penyelidikan kami, ternyata korban sudah pergi meninggalkan rumah sejak 5 Febuari 2018 lalu,” terang Adrian.

Sebelumnya antara pelaku dan korban memang telah saling mengenal satu sama lainnya. Ketika memutuskan untuk meninggalkan rumah, korban dijemput oleh pelaku. Selama 7 hari lamanya, FR membawa korban di sebuah rumah kost milik temannya di kawasan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Selama itu juga, pelaku berulangkali menyetubuhi korban hingga memaksanya untuk menjadi pemandu lagu. Keluarga mulai panik, korban tidak kembali pulang. Upaya pencarian kemudian dilakukan.

“Untuk sementara FR dan teman wanitanya masih dilakukan pemeriksaan. Untuk membuktikan adanya tindak pidana yang bisa menjerat pelaku,” beber Adrian.

Adrian juga mengungkap, antara korban dan pelaku selama ini memang mempunyai hubungan khusus (pacaran). Persetubuhan dilakukan di rumah kost milik teman pelaku. “Semua masih kita dalami, termasuk tindak pidana trafficking dengan menjadikan korban sebagai pemandu lagu,” tandas Adrian.

Karena perbuatannya, FR bisa dijerat pasal 81 dan pasal 82 UU No 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Pasal 332 KUHP, atas persetubuhan dengan anak di bawah umur dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *