Berita Terbaru Hari Ini Untuk Kita
keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Para Warga Tolak Jasad Teroris Dimakamkan Di Lingkungannya Dengan Tutup Liang Yang Sudah Digali
berita utama, News

Para Warga Tolak Jasad Teroris Dimakamkan Di Lingkungannya Dengan Tutup Liang Yang Sudah Digali

Ulyssesbooks.com – Beberapa warga yang bertempat duduk dan merupakan orang asli yang rumahnya tidak jauh dari lokasi TPU Tembok Gede beramai-ramai menolak jenazah yang merupakan para teroris untuk dikubur dilingkungan mereka tinggal.

Salah satu dari teroris tersebut yakni Dita Oepriarto yang merupakan tersangka atau bomber gereja yang terjadi di Surabaya pada waktu lalu. Para warga yang tergabung di Jalan Tembok, Gang Kuburan, Tembok Dukuh, Surabaya, menolak secara tegas terhadap jasad Dita yang akan dimakamkan di tempat mereka.

Salah satu warga yang bernama Hamid juga ikut angkat bicara terkait hal tersebut. TPU Tembok Gede memang bisa dikatakan dekat dengan rumah orang tua dari Dita. Akan tetapi memang terdengar jika jasad Dita tidak diperkenankan untuk dimakamkan di temapt tersebut.

“Saya hanya dengar bisik-bisik, ada warga yang tak mau Pak Dita dimakamkan di sini,” ungkap Hamid.

Dengan banyaknya penolakan yang terjadi, pemerintah akhirnya memiliki sebuah rencana untuk memakamkan para teroris bom gereja Surabaya, di TPU Putat Gede di Kecamatan Sawahan. Rencananya, ada 7 teroris yang dimakamkan di TPU tersebut.

Akan tetapi tujuh liang yang sudah disiapkan oleh petugas belum ada sehari sudah ditutup kembali oleh para warga dengan peralatan yang seadanya. “Awalnya kami berusaha berkomunikasi, tetapi warga tetap menolak dan langsung menutup kembali liang yang sudah digali dengan alat seadanya. Tak lama kemudian warga lainnya, belasan orang, membawa peralatan dan membantu menutup lubang itu,” ujar Camat Sawahan Muhammad Yunus.

Hal serupa juga sempat diungkapkan oleh Ketua LKMK Putat Jaya Haryono, yang mengatakan pihaknya bersama warga sudah sepakat tidak akan menerima jenazah pelaku pengeboman.

“Mereka sudah mengakibatkan salah satu warga kami meninggal dan membuat luka warga Surabaya khususnya. Kami menolak,” ucap Jaya.

Sedangkan teroris penyerang Mapolda Riau, hingga Jumat (18/5) jasadnya belum dijemput keluarga. Empat mayat terduga teroris yang tewas di halaman Mapolda Riau masih berada di RS Bhayangkara Pekanbaru.

“Iya benar (empat mayat terduga teroris). Masih di kita (di RS Bhayangkara Polda Riau)” kata Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan (Kabid Dokes) Polda Riau Kombes Asmara Hadi saat dikonfirmasi detikcom.

Sebagaimana diketahui, ada 4 orang terduga teroris tewas di halaman Polda Riau pada Rabu (16/5) lalu. Para terduga teroris ini masuk ke halaman Mapolda Riau, dengan menggunakan mobil Toyota Avanza BM 1192 RQ. 4 teroris yang tewas ini adalah, Mursalim alias Ical alias Pak Ngah (42), Suwardi (28), Adi Sufiyan (26) dan Daud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *