Berita Terbaru Hari Ini Untuk Kita
keyboard_arrow_right
berita utama
berita utama, News

Oknum Polisi Di Purworejo Diamankan Lantaran Lakukan Penjualan BBM Secara Ilegal

Ulyssesbooks.com – Seorang oknum polisi menjadi dalang dibalik penjualan secara ilegal bahan bakar jenis solar. Pelaku yang diketahui menjadi bos besar dibalik penjualan ilegal tersebut dulunya merupakan polisi yang pernah ditugaskan di Ditpolair Polda Jawa Tengah di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang sebelum mutasi ke Polres Purworejo.

Bripka berinisial TW tersebut hingga saat ini masih menjalani proses pemeriksaan dengan bersama seorang nahkoda kapal yang berinisial NS. Sebelumnya, Ditpolair Polda Jateng mengamankan kapal kayu bermuatan 10 ton solar, beserta seorang nahkoda.

Proses penangkapan dilakukan oleh petugas patroli Polair Mabes Polri hari Selasa (24/7/2018) lalu. Saat itu kapal BKO dari Ditpolair Baharkam Mabes Polri, Kapal Sikatan melakukan patroli, dan menemukan kapal tanpa nama dan tidak dapat menunjukkan surat dokumen yang dibutuhkan.

Dari hasil pengembangan, ternyata kapal tersebut merupakan milik seorang anggota kepolisian yang bertugas di Polres Purworejo. Polisi tersebut juga diduga sebagai pemilik bisnis jual-beli solar ilegal itu.

Direktur Polairud Polda Jateng Kombes Pol Andreas Kusmaedi menuturkan di hadapan awak media bahwa sebelum mutasi ke Polres Purworejo, Bripka TW pernah bertugas di Ditpolair Polda Jateng.

Namun, dirinya memastikan mutasi tersebut bukan karena kinerja buruk, melainkan alasan TW memang bertempat tinggal di Purworejo.

“Kinerjanya ya lumayan. Pindah ke Purworejo memang itu permintaan yang bersangkutan. Mutasi sekitar satu tahun lalu,” ujarnya, Rabu (1/8/2018).

Untuk saat ini, oknum polisi dan nahkoda masih dalam pemeriksaan. Namun, pihaknya tidak melakukan penahanan karena ancaman hukuman kurang dari lima tahun.

“Proses pidana masih berjalan. Kami periksa yang bersangkutan. Begitu pula dengan kode etik juga terus dilakukan,” paparnya.

Pihaknya masih belum dapat memberikan keterangan solar “kencingan” secara detil. Namun, diduga itu didapat dari kapal dan akan dijual kepada nelayan-nelayan.

“Ini masih dalam pengembangan. Untuk saat ini masih kami mintai keterangan sebagai saksi. Nanti bisa jadi tersangka,” tandas dia.

berita utama

Lima Desa Di Magetan Terdampak Kekeringan Akibat Musim Kemarau

Ulyssesbooks.com – Ada sebanyak lima desa yang berada di Kabupaten Magetan sudah mulai merasakan kekeringan akibat musim kemarau yang tidak kunjung usai. Kelima desa tersebut diantaranya tersebar dua Kecamatan yakni Kecamatan Parang dan Karas.

“Memasuki musim kemarau tahun 2018 ini sudah ada laporan masuk ada 5 desa yang mengalami kekeringan. Kelima desa itu di dua Kecamatan,” jelas Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra kepada wartawan saat pendistribusian air di Desa Sayutan, Jumat (27/7/2018).

Dari kelima desa yang mengalami kekeringan tersebut yang masih termasuk di dalam Kecamatan Karas ada satu Desa yakni Desa Kuwon dan di Kecamatan parang ada empat desa yakni Desa Sayutan, Kelurahan Parang, Desa Mategal, dan Desa Joketro.

Demi bisa meringankan beban para warga yang sedang mengalami kekeringan, petugas sedang melakukan pendistribusian bantuan air bersih.

“Untuk air bersih sudah kami distribusikan. Untuk bantuan dilakukan bertahap. Baru satu desa yang sudah mendapat kiriman air bersih,” kata Fery.

Bantuan pasokan suplai air bersih, sudah dapat dinikmati warga di dua RT Desa Sayutan Kecamatan Parang. Dia menjelaskan dua RT tersebut yakni RT 19 dan RT 23 dengan jumlah penduduk 800 jiwa.

“Selanjutnya secara bergilir desa lain juga akan menyusul mendapat pasokan air bersih. Diperkirakan semakin bertambah permintaan air bersih ini,” pungkasnya.

berita utama

Rumah Mewah Milik Pengusaha Kayu Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

 

Ulyssesbooks.com – Sebuah peristiwa kebakaran terjadi di salah satu rumah mewah yang berada di Jalan Layang Seto, Mayangan. Rumah mewah yang kebakaran tersebut merupakan milik seorang pengusaha kayu bernama Andik (48) dan Marfatun Nisa (37) warga Probolinggo.

Dugaan kuat api yang menyebabkan kebakaran berasal dari korsleting listrik. Hingga saat ini api sudah berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran.

Kebakaran yang terjadi hampir menghabiskan seluruh bangunan rumah dan juga barang yang ada di dalam rumah. Insiden kebakaran tersebut terjadi pada hari Sabtu (20/07/2018).

Pasutri kaya asal Makasar tersebut dikaruniai 3 anak dan telah lama tinggal di kampung tersebut.

Dalam olah TKP, petugas mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi, memintai sejumlah keterangan saksi dan mengabadikan titik lokasi kebakaran.

Rencananya, olah TKP lanjutan akan dilakukan petugas kepolisian pada Senin (22/07/2018).

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Nanang Fendi menyampaikan, dugaan sementara terjadinya kebakaran rumah milik pengusaha Gaharu, karena korsleting listrik.

“Dugaan sementara karena korsleting listrik mas, tapi kami terus melakukan penyelidikan, guna mengetahui penyebab pastinya,” terang AKP Nanang, Minggu (22/7/2018).

Kebakaran yang terjadi juga berimbas terhadap dua rumah yang ada di sebelahnya. Salah satu rumah terdampak sambaran api diketahui milik Kardi (70), dan lainnya rumah milik Yusci (57) yang mengalami kebakaran dibagian atapnya, namun tak begitu parah.

berita utama, News

BPBD Kabupaten Blitar Sediakan Droping Air Untuk Lima Kecamatan Terdampak Kekeringan

Ulyssesbooks.com – BPBD Kabupaten Blitar telah menetapkan ada sebanyak lima daerah yang mengalami kekeringan. Kelima daerah yang terdampak kekeringan tersebut berada di sekitar wilayah Blitar selatan diantaranya yakni Kecamatan Bakung, Wonotirto, Binangun, Wates dan Kecamatan Panggungrejo.

Droping airpun telah dilakukan sejak awal Juli lalu. Namun droping dilakukan jika pihak desa berkirim surat pada BPBD melalui kecamatan.

“Kalau menemukan warga mengalami kekeringan harap segera melapor ke BPBD. Kita akan drop air secara gratis,” jelas Kepala BPBD Pemkab Blitar Heru Irawan, Rabu (18/7/2018).

Sebanyak lima kecamatan yang ada di Blitar selatan selalu terdampak kekeringan setiap tahunnya. Berbagai upaya pembuatan sumur bor dan embung belum membuahkan hasil. Untuk sumur bor, sampai tingkat kedalaman mencapai 50 meter.

Namun sumber air belum terjangkau. Sedangkan embung hanya terisi air, saat musim penghujan tinggi terjadi di dataran tinggi berkapur itu.

“Saya harap, masyarakat bisa bijak menggunakan air sampai September nanti. Kami telah memetakan siaga kekeringan hingga bulan September 2018 nanti,” jelasnya.

Hingga hari ini droping air bersih telah dilakukan di Desa Caren Kecamatan Wonotirto dan Desa Ngeni Kecamatan Panggungrejo. Dalam sekali pengiriman, dua truk tangki air berisi 12 kubik didistribusikan ke dua desa tersebut.

“Sudah tiga kali kami kirim air kesana. Kemungkinan semakin banyak, karena cuaca sekarang kering dan panas sekali jika siang,” imbub Heri.

Menurutnya, meski sekitar bulan September sudah mulai hujan, warga harus tetap menghemat air. Sebab seringkali sumber tidak terisi air secara maksimal. Air sumber baru terisi setelah beberapa kali hujan.

“Bulan Oktober bisa dipastikan bebas kekeringan. Karena di bulan itu hujan intensitasnya sudah tinggi mengisi sumber-sumber dengan maksimal,” pungkasnya.

berita utama

Belum Diketahui Apa Penyebab Kenapa Satu keluarga Di Sleman Dibawa Polisi Bersebo

Ulyssesbooks.com – Satu keluarga terpaksa harus diamankan oleh pihak kepolisian bersebo di daerah Sleman. Penangkapan satu keluarga tersebut dilakukan disebuah rumah yang berlokasi di RT 05/ RW 35, Sumberadi, Mlati, Sleman.

Hingga saat ini masih belum diketahui apa yang menjadi alasan satu keluarga tersebut harus diamankan pihak kepolisian. “Tadi sekitar jam 10.00, ada banyak polisi, lebih dari 5 orang, pakai sebo dan pakai rompi. Datang ke rumah Pak Saefulloh (penghuni rumah yang ditangkap polisi),” kata Ridwan Dwi Utomo (22), tetangga terdekat Saefulloh, Rabu (11/7/2018).

Ridwan menuturkan jika rumah yang didatangi polisi tersebut merupakan tempat tinggal Saefulloh, istri dan tiga orang anak, satu masih berusia TK dan dua balita. Namun dia tidak tahu berapa orang yang dibawa polisi dari rumah itu waktu penangkapan tadi.

“Pas saya keluar rumah, hanya lihat istri Pak Saefulloh dan tiga anaknya dibawa polisi, juga bawa barang-barang dari dalam rumah, mobil dan motor milik Pak Saefulloh. Saya malah ditanyai polisi, ‘ada keperluan apa, kalau tidak ada keperluan, masuk ke rumah atau jangan mendekat’,” jelas Ridwan.

“Kalau Pak Saefulloh saya tidak tahu, tapi tadi malam saya masih bertemu Pak Saefulloh,” sambungnya.

Ridwan merupakan tetangga pelaku yang rumahnya persis di sebelah rumah yang dihuni keluarga Saefulloh. Antara rumah Ridwan dan Saefulloh menjadi satu bangunan. “Ini saya ngontrak yang di sisi barat, tengah milik yang punya rumah, Pak Saefulloh ngontrak di sisi timur,” imbuh mahasiswa asal Jambi itu.

Pemilik rumah kontrakan, Imah (40) mengaku Saefulloh mengontrak sebagian rumahnya sekitar 5 bulan lalu.

“Keseharian saya kurang komunikasi, karena saya kalau pagi siang jualan di pasar, jarang bertemu,” ujarnya.

Dia pun tidak mengetahui Saefulloh dibawa polisi terkait kasus apa. Dia hanya tahu ada polisi datang dan rumah yang dikontrak Saefulloh itu.”Ya cuma polisi datang tadi,” imbuhnya.

Saat ini rumah kontrakan Saefulloh telah dipasangi garis polisi. Tidak terlihat anggota polisi yang berjaga di sekitar rumah tersebut.

berita utama, News

Empat Pelaku Curanmor Kaka Beradik Berhasil Diamankan Di Polres Brebes

Ulyssesbooks.com – Segerombol pria yang merupakan pelaku pencurian kendaraan bermotor berhasil diringkus oleh para petugas dari Polres Brebes. Sedikitnya ada empat pelaku yang saat ini sudah berhasil diamankan. Sedangkan tiga pelaku masih ada ikatan persaudaraan yakni kakak beradik dan juga seorang lainnya merupakan saudara sepupu.

Keempat pelaku yang berhasil diamankan yakni Agus Riyanto (27) dan dua adiknya yaitu Hadi (24) dan Wawan Rinanto (20). Dan satu pelaku lagi yakni bernama Pujiono (17) yang ternyata merupakan saudara sepupu dari ketiga pelaku.

Keempat pelaku tersebut merupakan warga Banjar Lor, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.

Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Arwansa, menjelaskan, 4 orang ini ditangkap dari pengembangan kasus pencurian motor milik jamaah sholat tarawih di sebuah masjid di Pakijangan, Bulakamba, Brebes.

“Barang bukti yang diambil ada 5 unit sepeda motor. Empat di antaranya motor hasil curian dan satu motor lagi milik pelaku yang dipakai untuk kejahatan. Ada pula beberapa kunci leter T dan STNK motor pelaku,” ujar Arwansa Rabu (4/7/2018).

Mereka beraksi tidak hanya di wilayah Brebes saja, komplotan tersebut juga melakukan aksi pencurian mereka di sekitar daerah Subang, Jawa Barat. Dari hasil pemeriksaan petugas, mereka sudah melakukan pencurian sebanyak 14 kali, yaitu di Brebes 7 kali dan Subang 7 kali. Hasil curian kemudian dijual seharga Rp 1,5 – 2 juta per unit.

Agus Riyanto, kakak tertua dari tiga pelaku ini mengatakan, uang hasil kejahatan tersebut dipakai untuk membeli keperluan lebaran. Dia mengatakan, terpaksa melibatkan kedua adiknya karena kasihan tidak memiliki uang untuk belanja keperluan lebaran.

“Adik-adik saya ajak (mencuri) karena mereka tidak punya uang untuk lebaran. Apalagi mereka sudah berkeluarga dan memiliki anak kecil dan istrinya sedang mengandung,” ujar Agus.

berita utama, News

Lantaran Kecanduan Game Online, Pria Di Sleman Nekat Menyamar Jadi Polisi Gadungan

Ulyssesbooks.com – Hanya karena kecanduan dalam bermain game online, seorang pemuda pria yang bernama Mediane Yugi Kurniawan (20) nekat menyamar menjadi seorang polisi. Dalam samarannya menjadi seorang oknum polisi gadungan tersebut, pelaku berhasil merampas ponsel milik korbannya.

Pada saat melancarkan aksinya, pelaku juga menggunakan korek yang berbentuk pistol demi bisa membuat korbannya takut dan mau menuruti apa yang diperintahkannya.

Pelaku diketahui merupakan salah satu warga di Umbulharjo, Kota Yogyakarta terpaksa menghentikan aksinya setelah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setempat.

“Tersangka diamankan anggota Kodim Sleman Sabtu (23/6) kemarin. Dan kami langsung berkoordinasi untuk penanganan proses hukumnya,” kata Kapolsek Sleman, AKBP Sudargo, Senin (25/6/2018).

Kronologi penangkapan pelaku berawal dari pengungkapan kasus ini ketika pelaku akan beraksi di sekitar markas Kodim Sleman Sabtu kemarin. Anggota Kodim yang curiga dengan gerak-gerik pelaku lantas mencegat dan mengamankannya untuk pemeriksaan. Saat itu pelaku mengaku anggota Polda DIY namun ketika diminta kartu identitas anggotanya ternyata tidak bisa menunjukkan.

Pihak polsek Sleman yang menerima keterangan atas laporan tersebut dari Kodim langsung menjemput pelaku karena sehari sebelumnya ada laporan aksi perampasan dengan modus pelaku mengaku sebagai polisi di Jalan Pringgodiningrat, Tridadi, Sleman. Sang korban yang masih di bawah umur mengendarai motor dan dicegat oleh pelaku yang mengaku anggota Polres Sleman. Polisi juga mendapatkan informasi ada TKP lain dengan modus sama.

“Kejadian Jumat, pelaku ini langsung mengambil kunci motor korban dan menggeledah korban. Dompet dan dua ponsel milik korban diambil dan dibawa lari,” jelas Sudargo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, pelaku merupakan residivis yang pernah dipenjara 6 bulan pada 2016 atas kasus kepemilikan senjata tajam. Kini pelaku ditahan di Polsek Sleman guna proses hukum lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti 2 buah ponsel hasil kejahatan.
Sementara itu pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga warnet ini mengaku saat beraksi sengaja membawa korek berbentuk pistol untuk menakuti korbannya. Hasil kejahatannya kemudian dijual untuk main game online dan sisanya dipakai keperluan sehari-hari.

“Untuk main game online dan beli makan,” ujarnya.

berita utama

Kesal Berujung Penyiraman Air Keras Oleh Teman Dekatnya Sendiri

Ulyssesbooks.com – Seorang wanita yang berasal dari Ponorogo mengalami luka akibat disiram dengan menggunakan air keras oleh teman dekatnya sendiri. Beruntungnya korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk bisa mendapatkan perawatan medis atas luka akibat siraman air keras.

Korban tersebut diketahui bernama Ignatia Indrayati Yustiningsih (24), warga Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel. Korban mengalami luka pada bagian wajah terutama pada bagian dahi.

“Saya tadi pagi mau berangkat kerja, terus sesampainya di Jalan Batorokatong ada yang menyiram muka saya dengan cairan, rasanya panas,” tutur Yusti, Minggu (24/6/2018).

Setelah mengalami insiden tersebut, korban berusaha meminta pertolongan terhadap warga sekitar untuk segera dibawa ke rumah sakit. “Rasanya panas banget, saya sudah tidak kuat. Saya minta tolong warga yang ada di jalan untuk antar saya ke RS Aisyiyah,” terang dia.

Sesampainya di rumah sakit, Yusti pun langsung mendapatkan perawatan. Dia pun lantas menghubungi pihak keluarganya dan melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Saya memang sudah sering diancam mau disiram air keras sama pelaku dan pagi tadi kejadian beneran,” terang dia.

Menurutnya, pelaku memang teman dekatnya bernama Imam Hidayat (64). Pelaku memang sering melakukan tindak kekerasan terhadap Yusti. Namun karena takut, Yusti tidak berani melapor meski tindak kekerasan ini dia alami selama 2 tahun terakhir.

“Tapi karena tadi pagi dia berani nyiram saya pakai air keras, saya tidak terima. Ini harus dilaporkan ke polisi,” jelas dia.

Sedangkan pihak keluarga yakni kakek korban Hartono menegaskan pihaknya tetap bersikeras membawa masalah ini ke ranah hukum. Pasalnya, Yusti mengaku ketakutan setiap kali pulang kerja selalu dicegat.

“Cucu saya ini selalu ketakutan, katanya dicegat sama pelaku,” imbuh dia.

Karena risih dan khawatir pelaku berbuat lebih nekat lagi, Hartono pun langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. “Padahal pelaku ini tetangga saya, satu desa. Tapi memang gitu kerjaannya merusak rumah tangga orang lain dan suka mengancam,” kata dia.

Hingga saat ini, pelaku masih belum tertangkap dan masih dalam tahap pengejaran. “Pelaku langsung kabur usai menyiram air keras pada cucu saya,” pungkas dia.

berita utama, News

Sopir Taksi Yang Sempat Viral Setelah tercebur Di Sungai Tewas Lantaran Bunuh Diri

Ulyssesbooks.com – Mobil taksi yang beberapa waktu ini sempat viral di media sosial lantaran tercebur di sungai di areal tambak Sedati, Sidoarjo telah ditemukan dalam keadaan tewas. Tewasnya sopir taksi tersebut diduga kuat lantaran bunuh diri.

Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti apa yang melatar belakangi insiden bunuh diri tersebut. dari pihak keluarga sopir yang bernama Mulyadi juga tidak mau memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

Tapi yang pasti, Mulyadi terihat sering termenung sendirian setelah kejadian tersebut. Bahkan pria 57 tahun itu sempat ‘berpamitan’ kepada’ juru kunci makam Desa Sedati Agung.

Jenazah Mulyadi ditemukan di dalam sumur di areal makam Desa Sedati Agung. Yang menemukan dan mengetahui jenazah Mulyadi pertama kali adalah Sumanto (52), juru kunci makam.

“Pak Mulyadi sering ke sini, berdiam diri. Bahkan dia kemarin berpamitan ke saya,” ujar Sumanto, Selasa (12/6/2018).

Sebelum ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, Mulyadi diketahui berziarah ke makam leluhurnya di makam itu. Selesai ziarah, Mulyadi terlihat masuk ke sebuah punden di makam tersebut. “Saya lihatnya dia masuk ke punden. Setelah itu saya pulang,” kata Sumanto.

Sekitar pukul 14.15 WIB, Sumanto kembali ke makam. Namun Sumanto tak melihat sosok Mulyadi. Namun Sumanto melihat ada sandal dan plastik obat cair seranggan. Curiga dengan itu, Sumanto memanggil warga.

“Setelah saya balik ke makam, korban tidak ada, namun di bibir sumur terlihat sandal korban dan plastik baygon. Kerena merasa curiga kami memanggil warga sekitar untuk mencari korban,” tambah Sumanto.

Dengan dibantu oleh para warga, pencarian dilakukan di dalam sumur menggunakan bambu panjang. Dari situ akhirnya terlihat kepala Mulyadi di dalam sumur. “Kami kemudian lapor ke polisi,” jelas Sumanto.

Kanit Reskrim Polsekta Sedati Iptu M. Khodir membenarkan adanya kejadian bunuh diri tersebut. Untuk motif di balik bunuh diri itu masih belum diketahui.

“Untuk barang bukti plastik Baygon, masih dalam penyelidikan. Saat ini korban dibawa ke Rumah Sakit RSUD Sidoarjo,” kata Khodir.

berita utama, News

Bukti Lucinta Luna Berkelamin Ganda Dalam Lampiran Paspornya

Ulyssesbooks.com – Sebuah keterangan tertulis yang disebutkan oleh pihak kepolisian terkait dengan pencantuman jenis kelamin ‘laki-laki/perempuan’ dalam laporan Muhammad Fatah alias Lucinta Luna diterbitkan memang sesuai dengan apa yang ada di lampiran paspor sebagai identitas diri.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM telah menegaskan jika harusnya hanya ada satu jenis kelamin saja dalam dokumen paspor. “Paspor kan sistem. Sistem yang dimiliki imigrasi itu hanya tercatat male dan female,” kata Kabag Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno, Jumat (8/6/2018).

“Kalau pun terjadi dua-duanya tercetak, itu kemungkinan pada kesalahan cetak. Tapi secara normatif tidak mungkin ada dua jenis kelamin keluar,” imbuh Agung.

Pihaknya juga menjelaskan sistem pembuatan paspor mengharuskan untuk memilih salah satu jenis kelamin: laki-laki atau perempuan. Sebab, pembuatan paspor merujuk pada dokumen akta kelahiran, KTP, dan kartu keluarga (KK).

“Merujuk pada dukungan dokumen dasar yang dia sampaikan. Dalam hal ini akta lahir, KK, dan KTP. Jadi harus sama, bareng,” jelas Agung.

Lantas, mengapa bisa kolom jenis kelamin dalam laporan kepolisian Lucinta tercantum ‘laki-laki/perempuan’?

“Itu tanyakan ke penyidiknya. Ini kan masalah pengetikan. Yang bisa menjelaskan kenapa menuliskan data itu, tentu saja penyidik yang bisa menjelaskan. Karena kalau dari segi keimgirasian, paspor tidak mungkin dua jenis kelamin,” sebut Agung.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, dalam pelaporan itu, Lucinta tidak menyertakan KTP sebagai identitas dirinya. Lucinta hanya memperlihatkan paspor.

“Nggak pakai KTP, pakai paspor laporannya. Paspor kan boleh sebagai identitas diri,” tutur Argo.

Dalam dokumen paspor yang diserahkan Lucinta, jelas tercantum jenis kelaminnya adalah laki-laki. Namun laporan kepolisian yang beredar, tertulis ‘laki-laki/perempuan’ di kolom jenis kelamin Lucinta.

“Tidak sempat bingung polisi. Ya udah kita terima sesuai identitas. Sesuai paspor, laki-laki,” sebut Argo.

Lucinta melapor ke Polda Metro Jaya pada Kamis (7/6) malam. Aduan Lucinta tertuang dalam laporan polisi bernomor LP/3097/VI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 7 Juni 2018.

Dalam laporan tersebut, Lucinta mengadukan terlapor dengan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).