Berita Terbaru Hari Ini Untuk Kita
keyboard_arrow_right
News
berita utama, News

Oknum Polisi Di Purworejo Diamankan Lantaran Lakukan Penjualan BBM Secara Ilegal

Ulyssesbooks.com – Seorang oknum polisi menjadi dalang dibalik penjualan secara ilegal bahan bakar jenis solar. Pelaku yang diketahui menjadi bos besar dibalik penjualan ilegal tersebut dulunya merupakan polisi yang pernah ditugaskan di Ditpolair Polda Jawa Tengah di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang sebelum mutasi ke Polres Purworejo.

Bripka berinisial TW tersebut hingga saat ini masih menjalani proses pemeriksaan dengan bersama seorang nahkoda kapal yang berinisial NS. Sebelumnya, Ditpolair Polda Jateng mengamankan kapal kayu bermuatan 10 ton solar, beserta seorang nahkoda.

Proses penangkapan dilakukan oleh petugas patroli Polair Mabes Polri hari Selasa (24/7/2018) lalu. Saat itu kapal BKO dari Ditpolair Baharkam Mabes Polri, Kapal Sikatan melakukan patroli, dan menemukan kapal tanpa nama dan tidak dapat menunjukkan surat dokumen yang dibutuhkan.

Dari hasil pengembangan, ternyata kapal tersebut merupakan milik seorang anggota kepolisian yang bertugas di Polres Purworejo. Polisi tersebut juga diduga sebagai pemilik bisnis jual-beli solar ilegal itu.

Direktur Polairud Polda Jateng Kombes Pol Andreas Kusmaedi menuturkan di hadapan awak media bahwa sebelum mutasi ke Polres Purworejo, Bripka TW pernah bertugas di Ditpolair Polda Jateng.

Namun, dirinya memastikan mutasi tersebut bukan karena kinerja buruk, melainkan alasan TW memang bertempat tinggal di Purworejo.

“Kinerjanya ya lumayan. Pindah ke Purworejo memang itu permintaan yang bersangkutan. Mutasi sekitar satu tahun lalu,” ujarnya, Rabu (1/8/2018).

Untuk saat ini, oknum polisi dan nahkoda masih dalam pemeriksaan. Namun, pihaknya tidak melakukan penahanan karena ancaman hukuman kurang dari lima tahun.

“Proses pidana masih berjalan. Kami periksa yang bersangkutan. Begitu pula dengan kode etik juga terus dilakukan,” paparnya.

Pihaknya masih belum dapat memberikan keterangan solar “kencingan” secara detil. Namun, diduga itu didapat dari kapal dan akan dijual kepada nelayan-nelayan.

“Ini masih dalam pengembangan. Untuk saat ini masih kami mintai keterangan sebagai saksi. Nanti bisa jadi tersangka,” tandas dia.

berita utama, News

BPBD Kabupaten Blitar Sediakan Droping Air Untuk Lima Kecamatan Terdampak Kekeringan

Ulyssesbooks.com – BPBD Kabupaten Blitar telah menetapkan ada sebanyak lima daerah yang mengalami kekeringan. Kelima daerah yang terdampak kekeringan tersebut berada di sekitar wilayah Blitar selatan diantaranya yakni Kecamatan Bakung, Wonotirto, Binangun, Wates dan Kecamatan Panggungrejo.

Droping airpun telah dilakukan sejak awal Juli lalu. Namun droping dilakukan jika pihak desa berkirim surat pada BPBD melalui kecamatan.

“Kalau menemukan warga mengalami kekeringan harap segera melapor ke BPBD. Kita akan drop air secara gratis,” jelas Kepala BPBD Pemkab Blitar Heru Irawan, Rabu (18/7/2018).

Sebanyak lima kecamatan yang ada di Blitar selatan selalu terdampak kekeringan setiap tahunnya. Berbagai upaya pembuatan sumur bor dan embung belum membuahkan hasil. Untuk sumur bor, sampai tingkat kedalaman mencapai 50 meter.

Namun sumber air belum terjangkau. Sedangkan embung hanya terisi air, saat musim penghujan tinggi terjadi di dataran tinggi berkapur itu.

“Saya harap, masyarakat bisa bijak menggunakan air sampai September nanti. Kami telah memetakan siaga kekeringan hingga bulan September 2018 nanti,” jelasnya.

Hingga hari ini droping air bersih telah dilakukan di Desa Caren Kecamatan Wonotirto dan Desa Ngeni Kecamatan Panggungrejo. Dalam sekali pengiriman, dua truk tangki air berisi 12 kubik didistribusikan ke dua desa tersebut.

“Sudah tiga kali kami kirim air kesana. Kemungkinan semakin banyak, karena cuaca sekarang kering dan panas sekali jika siang,” imbub Heri.

Menurutnya, meski sekitar bulan September sudah mulai hujan, warga harus tetap menghemat air. Sebab seringkali sumber tidak terisi air secara maksimal. Air sumber baru terisi setelah beberapa kali hujan.

“Bulan Oktober bisa dipastikan bebas kekeringan. Karena di bulan itu hujan intensitasnya sudah tinggi mengisi sumber-sumber dengan maksimal,” pungkasnya.

News

Empat Pekerja PT Chemco Jadi Korban Ledakan Mesin Casting

Ulyssesbooks.com – Kecelakaan kerja terjadi di PT Chemco, Kawasan Industri Mitra Karawang (KIM), Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Seorang saksi mengaku jika mendengar sebuah suara ledakan besar yang sumber suaranya terdengar dari dalam pabrik onderdil kendaraan bermotor roda dua pada Sabtu malam (7/7).

“Kejadiannya sekitar pukul 20.15 WIB (kemarin) malam,” ujar Kapolsek Ciampel AKP Ricky Adipratama, Minggu (8/7/2018).

Akibat dari kecelakaan yang terjadi, ada sebanyak empat pekerja yang mengalami luka bakar yang cukup serius. Keempat korban yang mengalami luka bakar sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari data yang diketahui keempat korban yakni M Haidhir (21), Trio Gama Arif Syah (19), Renaldy Bayu (18) dan Khotib (19).

“Para korban mengalami luka bakar di wajah dan tangan mereka,” kata Ricky.

Ricky menuturkan kecelakaan terjadi di area Factory 1, Departemen Casting PT Chemco. “Malam itu sejumlah karyawan sedang bekerja. Tapi tiba-tiba terjadi ledakan pada mesin di casting hight prizer,” ucap Ricky.

Seorang saksi yang mengetahui kronologi kejadian, di lokasi kejadian sempat terdengar suara ledakan yang sangat besar dari dalam pabrik. “Ledakannya cukup besar, sampai terdengar ke perusahaan sebelahnya,” kata Ginanjar, seorang pegawai swasta.

Malam itu ia dan beberapa sekuriti di perusahaannya bekerja menengok PT Chemco untuk melihat situasi. “Semalam saya masuk sif dua. Kebetulan PT saya di sebelahnya. Karena ledakan terdengar keras, banyak pegawai pabrik di sekitar lokasi berdatangan untuk melihat,” ungkap Ginanjar.

berita utama, News

Empat Pelaku Curanmor Kaka Beradik Berhasil Diamankan Di Polres Brebes

Ulyssesbooks.com – Segerombol pria yang merupakan pelaku pencurian kendaraan bermotor berhasil diringkus oleh para petugas dari Polres Brebes. Sedikitnya ada empat pelaku yang saat ini sudah berhasil diamankan. Sedangkan tiga pelaku masih ada ikatan persaudaraan yakni kakak beradik dan juga seorang lainnya merupakan saudara sepupu.

Keempat pelaku yang berhasil diamankan yakni Agus Riyanto (27) dan dua adiknya yaitu Hadi (24) dan Wawan Rinanto (20). Dan satu pelaku lagi yakni bernama Pujiono (17) yang ternyata merupakan saudara sepupu dari ketiga pelaku.

Keempat pelaku tersebut merupakan warga Banjar Lor, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.

Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Arwansa, menjelaskan, 4 orang ini ditangkap dari pengembangan kasus pencurian motor milik jamaah sholat tarawih di sebuah masjid di Pakijangan, Bulakamba, Brebes.

“Barang bukti yang diambil ada 5 unit sepeda motor. Empat di antaranya motor hasil curian dan satu motor lagi milik pelaku yang dipakai untuk kejahatan. Ada pula beberapa kunci leter T dan STNK motor pelaku,” ujar Arwansa Rabu (4/7/2018).

Mereka beraksi tidak hanya di wilayah Brebes saja, komplotan tersebut juga melakukan aksi pencurian mereka di sekitar daerah Subang, Jawa Barat. Dari hasil pemeriksaan petugas, mereka sudah melakukan pencurian sebanyak 14 kali, yaitu di Brebes 7 kali dan Subang 7 kali. Hasil curian kemudian dijual seharga Rp 1,5 – 2 juta per unit.

Agus Riyanto, kakak tertua dari tiga pelaku ini mengatakan, uang hasil kejahatan tersebut dipakai untuk membeli keperluan lebaran. Dia mengatakan, terpaksa melibatkan kedua adiknya karena kasihan tidak memiliki uang untuk belanja keperluan lebaran.

“Adik-adik saya ajak (mencuri) karena mereka tidak punya uang untuk lebaran. Apalagi mereka sudah berkeluarga dan memiliki anak kecil dan istrinya sedang mengandung,” ujar Agus.

berita utama, News

Lantaran Kecanduan Game Online, Pria Di Sleman Nekat Menyamar Jadi Polisi Gadungan

Ulyssesbooks.com – Hanya karena kecanduan dalam bermain game online, seorang pemuda pria yang bernama Mediane Yugi Kurniawan (20) nekat menyamar menjadi seorang polisi. Dalam samarannya menjadi seorang oknum polisi gadungan tersebut, pelaku berhasil merampas ponsel milik korbannya.

Pada saat melancarkan aksinya, pelaku juga menggunakan korek yang berbentuk pistol demi bisa membuat korbannya takut dan mau menuruti apa yang diperintahkannya.

Pelaku diketahui merupakan salah satu warga di Umbulharjo, Kota Yogyakarta terpaksa menghentikan aksinya setelah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setempat.

“Tersangka diamankan anggota Kodim Sleman Sabtu (23/6) kemarin. Dan kami langsung berkoordinasi untuk penanganan proses hukumnya,” kata Kapolsek Sleman, AKBP Sudargo, Senin (25/6/2018).

Kronologi penangkapan pelaku berawal dari pengungkapan kasus ini ketika pelaku akan beraksi di sekitar markas Kodim Sleman Sabtu kemarin. Anggota Kodim yang curiga dengan gerak-gerik pelaku lantas mencegat dan mengamankannya untuk pemeriksaan. Saat itu pelaku mengaku anggota Polda DIY namun ketika diminta kartu identitas anggotanya ternyata tidak bisa menunjukkan.

Pihak polsek Sleman yang menerima keterangan atas laporan tersebut dari Kodim langsung menjemput pelaku karena sehari sebelumnya ada laporan aksi perampasan dengan modus pelaku mengaku sebagai polisi di Jalan Pringgodiningrat, Tridadi, Sleman. Sang korban yang masih di bawah umur mengendarai motor dan dicegat oleh pelaku yang mengaku anggota Polres Sleman. Polisi juga mendapatkan informasi ada TKP lain dengan modus sama.

“Kejadian Jumat, pelaku ini langsung mengambil kunci motor korban dan menggeledah korban. Dompet dan dua ponsel milik korban diambil dan dibawa lari,” jelas Sudargo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, pelaku merupakan residivis yang pernah dipenjara 6 bulan pada 2016 atas kasus kepemilikan senjata tajam. Kini pelaku ditahan di Polsek Sleman guna proses hukum lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti 2 buah ponsel hasil kejahatan.
Sementara itu pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga warnet ini mengaku saat beraksi sengaja membawa korek berbentuk pistol untuk menakuti korbannya. Hasil kejahatannya kemudian dijual untuk main game online dan sisanya dipakai keperluan sehari-hari.

“Untuk main game online dan beli makan,” ujarnya.

berita utama, News

Sopir Taksi Yang Sempat Viral Setelah tercebur Di Sungai Tewas Lantaran Bunuh Diri

Ulyssesbooks.com – Mobil taksi yang beberapa waktu ini sempat viral di media sosial lantaran tercebur di sungai di areal tambak Sedati, Sidoarjo telah ditemukan dalam keadaan tewas. Tewasnya sopir taksi tersebut diduga kuat lantaran bunuh diri.

Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti apa yang melatar belakangi insiden bunuh diri tersebut. dari pihak keluarga sopir yang bernama Mulyadi juga tidak mau memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

Tapi yang pasti, Mulyadi terihat sering termenung sendirian setelah kejadian tersebut. Bahkan pria 57 tahun itu sempat ‘berpamitan’ kepada’ juru kunci makam Desa Sedati Agung.

Jenazah Mulyadi ditemukan di dalam sumur di areal makam Desa Sedati Agung. Yang menemukan dan mengetahui jenazah Mulyadi pertama kali adalah Sumanto (52), juru kunci makam.

“Pak Mulyadi sering ke sini, berdiam diri. Bahkan dia kemarin berpamitan ke saya,” ujar Sumanto, Selasa (12/6/2018).

Sebelum ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, Mulyadi diketahui berziarah ke makam leluhurnya di makam itu. Selesai ziarah, Mulyadi terlihat masuk ke sebuah punden di makam tersebut. “Saya lihatnya dia masuk ke punden. Setelah itu saya pulang,” kata Sumanto.

Sekitar pukul 14.15 WIB, Sumanto kembali ke makam. Namun Sumanto tak melihat sosok Mulyadi. Namun Sumanto melihat ada sandal dan plastik obat cair seranggan. Curiga dengan itu, Sumanto memanggil warga.

“Setelah saya balik ke makam, korban tidak ada, namun di bibir sumur terlihat sandal korban dan plastik baygon. Kerena merasa curiga kami memanggil warga sekitar untuk mencari korban,” tambah Sumanto.

Dengan dibantu oleh para warga, pencarian dilakukan di dalam sumur menggunakan bambu panjang. Dari situ akhirnya terlihat kepala Mulyadi di dalam sumur. “Kami kemudian lapor ke polisi,” jelas Sumanto.

Kanit Reskrim Polsekta Sedati Iptu M. Khodir membenarkan adanya kejadian bunuh diri tersebut. Untuk motif di balik bunuh diri itu masih belum diketahui.

“Untuk barang bukti plastik Baygon, masih dalam penyelidikan. Saat ini korban dibawa ke Rumah Sakit RSUD Sidoarjo,” kata Khodir.

berita utama, News

Bukti Lucinta Luna Berkelamin Ganda Dalam Lampiran Paspornya

Ulyssesbooks.com – Sebuah keterangan tertulis yang disebutkan oleh pihak kepolisian terkait dengan pencantuman jenis kelamin ‘laki-laki/perempuan’ dalam laporan Muhammad Fatah alias Lucinta Luna diterbitkan memang sesuai dengan apa yang ada di lampiran paspor sebagai identitas diri.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM telah menegaskan jika harusnya hanya ada satu jenis kelamin saja dalam dokumen paspor. “Paspor kan sistem. Sistem yang dimiliki imigrasi itu hanya tercatat male dan female,” kata Kabag Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno, Jumat (8/6/2018).

“Kalau pun terjadi dua-duanya tercetak, itu kemungkinan pada kesalahan cetak. Tapi secara normatif tidak mungkin ada dua jenis kelamin keluar,” imbuh Agung.

Pihaknya juga menjelaskan sistem pembuatan paspor mengharuskan untuk memilih salah satu jenis kelamin: laki-laki atau perempuan. Sebab, pembuatan paspor merujuk pada dokumen akta kelahiran, KTP, dan kartu keluarga (KK).

“Merujuk pada dukungan dokumen dasar yang dia sampaikan. Dalam hal ini akta lahir, KK, dan KTP. Jadi harus sama, bareng,” jelas Agung.

Lantas, mengapa bisa kolom jenis kelamin dalam laporan kepolisian Lucinta tercantum ‘laki-laki/perempuan’?

“Itu tanyakan ke penyidiknya. Ini kan masalah pengetikan. Yang bisa menjelaskan kenapa menuliskan data itu, tentu saja penyidik yang bisa menjelaskan. Karena kalau dari segi keimgirasian, paspor tidak mungkin dua jenis kelamin,” sebut Agung.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, dalam pelaporan itu, Lucinta tidak menyertakan KTP sebagai identitas dirinya. Lucinta hanya memperlihatkan paspor.

“Nggak pakai KTP, pakai paspor laporannya. Paspor kan boleh sebagai identitas diri,” tutur Argo.

Dalam dokumen paspor yang diserahkan Lucinta, jelas tercantum jenis kelaminnya adalah laki-laki. Namun laporan kepolisian yang beredar, tertulis ‘laki-laki/perempuan’ di kolom jenis kelamin Lucinta.

“Tidak sempat bingung polisi. Ya udah kita terima sesuai identitas. Sesuai paspor, laki-laki,” sebut Argo.

Lucinta melapor ke Polda Metro Jaya pada Kamis (7/6) malam. Aduan Lucinta tertuang dalam laporan polisi bernomor LP/3097/VI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 7 Juni 2018.

Dalam laporan tersebut, Lucinta mengadukan terlapor dengan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

berita utama, News

Warga Ponorogo Lakukan Unjuk Rasa Protes Kelangkaan Gas Elpiji Tiga Kilogram

 

Ulyssesbooks.com – Kemarahan para warga yang berada di Ponorogo akhirnya meluap lantaran ketidak tersediaan gas melon atau gas elpiji tiga kilogram di daerah tersebut sangat langka. Hal tersebut diakui sudah mulai dari awal bulan ramadhan terjadi.

Sejumlah warga meluapkan kemarahan mereka dengan melakukan aksi unjuk rasa di jalanan dengan cara menggelindingkan tabung-tabung elpiji 3 kg atau biasa disebut elpiji melon yang sudah kosong di Jalan Ir H Juanda.

Mereka juga membawa beberapa poster dengan tulisan terkait tuntutan agar pasokan elpiji di Ponorogo kembali lancar, mulai dari ‘Pak Jokowi Dimana LPG 3 kg’, ‘Usut Mafia Migas’ dan ‘LPG Ilang Koyo Setan’.

Salah satu warga yang ambil bagian dalam aksi ini, Irfan Nugroho (33) mengatakan kesulitan membeli gas elpiji sejak awal Ramadan. Bahkan dirinya rela mencari elpiji hingga 7 km jauhnya dari rumahnya.

“Rumah saya Siman, tapi saya dapat elpiji di Tambakbayan. Itu kan jauh dari rumah saya,” tutur Irfan, Senin (4/6/2018).

Tidak sampai disitu saja, gas yang tidak hanya langka tersebut dibanderol dengan harga yang sangat tinggi yakni mencapai 30 ribu. “Harganya mahal sekali, untuk kami ini terlalu mahal,” tambahnya.

Sebagai seorang pedagang kaki lima, kondisi ini juga menyusahkannya. “Kalau beli tabung yang besar saya tidak sanggup, karena keuntungan dan harga elpiji 5,5 kg mahal. Bisa-bisa saya rugi,” imbuhnya.

Harapan Irfan sederhana saja. Pasokan elpiji 3 kg di Ponorogo bisa dilancarkan kembali. “Kami ingin pasokan LPG segera lancar kembali dan harganya kembali normal Rp 16-17 ribu,” pungkasnya.

berita utama, News

Seorang Pria Nekat Bakar Rumah Dan Motornya Setelah Ditilang Polisi

Ulyssesbooks.com – Hanya lantaran ditilang oleh petugas kepolisian pada saat melakukan razia, seorang pria yang diketahui mengalami gangguan jiwa nekat membakar rumahnya sendiri. Tidak hanya rumahnya saja yang dibakar olehnya, satu buah sepeda motor miliknya yang sempat ditilang sebelumnya juga ikut dibakar.

Aksi nekat yang dilakukan oleh pria bernama Siran (53) yang merupakan salah satu warga Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, dilakukan pada hari Kamis (31/5/2018). Kejadian tersebut sontak membuat para warga sekitar rumahnya merasa panik.

Ditambah lagi, Siran justru masih bersikukuh untuk tidak mau di evakuasi dari rumahnya sendiri yang sudah dilalap api. Kepala Desa Paringan, Suwendi membenarkan kejadian tersebut ditambah Siran memang diakuinya memiliki riwayat gangguan jiwa dan membakar rumahnya

“Beberapa hari yang lalu, Siran ngamuk, penyakitnya kambuh. Dia ngomel-ngomel masalah tilang itu,” tutur Suwendi, Jumat (1/6/2018) pagi.

Kekesalan lantaran di tiling menjadi pemicu utama Siran lepas kontrol dan mengamuk sehingga penyakitnya kambuh. Dalam omelan itu Siran merasa kesal uangnya habis untuk menebus kendaraannya yang ditilang.

“Makanya dia ngamuk, akhirnya bakar rumahnya sendiri,” terang dia.

Sementara Kapolsek Jenangan AKP Haryo Kusbintoro mengaku pihaknya kesulitan saat memadamkan rumah Siran. Pasalnya, Siran justru mengancam membawa parang jika diselamatkan.

“Warga yang takut akhirnya melaporkan kepada kami supaya mengamankan Siran,” jelas dia.

Kapolsek menjelaskan kemarahan Siran dengan membakar rumah, tidak membuatnya lari. Justru Siran bersembunyi di dalam rumah. Warga bersama para petugas pun selain berusaha memadamkan api juga menyelamatkan Siran dari kobaran api.

“Saat mau diselamatkan, Siran justru mau melukai warga dengan parang, makanya proses evakuasi sulit,” tukas dia.

Beberapa jam kemudian, rumah yan hangus terbakar itu padam. Warga dan polisi akhirnya membawa Siran ke RS Jiwa Lawang, Malang. Bahkan kakak Siran, Miseni juga menderita ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). “Karena warga takut, diputuskan Siran dan Miseni dirawat di RSJ di Malang,” pungkas dia.

berita utama, News

Kades Di Pasuruan Tertangkap Basah Lakukan Transaksi Jual Beli Sabu

Ulyssesbooks.com – Seorang pria yang diketahui merupakan seorang Kepala Desa di salah satu desa yang berada di Kabupaten Pasuruan terpaksa harus diamankan oleh pihak kepolisian. Kades yang berinisial MK (38) diamankan atas dugaan penyalahgunaan narkotika.

Tersangka diamankan pada saat kepergok melakukan jual beli paket sabu. MK diketahui merupakan seorang Kepala Desa di Rejoso Kidul, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

Tersangka erhasil dibekuk di dalam mobil Ford Ranger Base nopol L 8521 LE, pada saat sedang posisi terparkir di depan toko waralaba Alfamidi Jalan Panglima Sudirman, Purworejo, Kota Pasuruan.

“Saat digeledah, diamankan sabu seberat 1,13 gram,” kata Kapolresta Pasuruan AKBP Rizal Martomo, Jumat (25/5/2018).

Barang ukti erupa sabu yang berada sedang di pegang oleh tersangka diduga kuat baru saja dia beli dari seorang pengedar yang merupakan temannya. Petugas sudah erhasil memekuknya terleih dahulu sebelum MK mengonsumsinya.

“Anggota juga amankan (alat hisap) sebungkus plastik warna bening berisi satu pipet kaca,” terang Rizal.

Penangkapan MK berdasarkan hasil penyelidikan bahwa di lokasi sering terjadi transaksi narkoba. Saat dilakukan penggeledahan, Selasa pukul 00.35 WIB, anggota mendapati sabu dan alat hisap di dalam mobil MK.

Berdasarkan alat bukti tersebut, MK dibawa ke Mapolresta untuk menjalani pemeriksaan. MK kemudian ditetapka tersangka dan ditahan. Polisi menjeratnya dengan UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika.